Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Indigofera Untuk Pakan Kelinci, Kambing, dan Sapi

Indigofera merupakan tumbuhan dengan protein tinggi yang bagus untuk pakan ternak seperti kelinci, kambing dan sapi. Selain itu tumbuhan ini juga biasa digunakan untuk penghasil warna biru alami. Orang Jawa biasanya menyebut tanaman Indigofera dengan sebutan tom, tarum, nila, atau indigo.

Indigofera Untuk Pakan Kelinci mengandung Protein yang Tinggi

Menurut informasi yang didapat, tumbuhan Indigofera dibawa masuk ke Indonesia oleh bangsa Eropa sekitar tahun 1900, dan sampai saat ini terus berkembang secara luas. Di wilayah Jawa Barat sendiri tanaman Indigofera ini sudah lama digunakan sebagai pewarna kain. Selain itu, pemanfaatan tumbuhan Indigofera juga sangat bagus untuk pakan ternak, baik itu di wilayah Jawa Barat maupun di Indonesia dengan wilayah yang lainnya.

Daun Indigofera

Tumbuhan Indigofera dapat kita manfaatkan sebagai pakan ternak yang kaya akan kalsium, nitrogen, dan fosfor. Di Indonesia perkebunan pertama Indigofera berlokasi di Wonogiri (Jawa Tengah). Pada saat itu masyarakat di Jawa Tengah, Ambarawa, hanya mengetahui jika tumbuhan Indigofera baik untuk peneduh dan bisa menyuburkan tanaman kopi.

Manfaat indigofera

Indigofera adalah tumbuhan pakan ternak jenis leguminosa, pohonnya yang memiliki nutrisi tinggi. Rata-rata untuk tinggi pohon Indigofera sedang, namun memiliki daun yang lebat dan berproduksi banyak. Selain itu, pakan ternak yang murah dan berkualitas tersebut di percaya dapat mengurangi biaya produksi pakan ternak, karena dari satu hektar Tanaman Indigofera cukup untuk 10 ekor sapi, sementara itu untuk satu hektar rumput biasanya hanya cukup untuk 1 ekor sapi, perbedaan yang sangat signifikan sehingga sangat produktif dan efisien. Hal ini kemungkinan bisa berdampak turunnya biaya produksi ternak dan harga daging di pasaran.

Inilah beberapa keunggulan tanaman Indigofera:

  • Tanaman Indigofera mengandung kaya akan protein yang tinggi, sehingga bagus untuk penggemukan ternak.
  • Memiliki nilai kecernaan yang tinggi sehingga dapat lebih banyak nutrisi yang diserap oleh ternak daripada yang terbuang bersama kotoran.
  • Memiliki kandungan mineral yang sangat ideal terhadap kebutuhan ternak. Sehingga dapat membantu pertumbuhan ternak lebih maksimal.
  • Indigofera mengandung tanin yang rendah berkisar antara 0,6 - 1,4 ppm (jauh menimbulkan sifat anti nutrisi). Rendahnya kandungan tanin ini berdampak positif terhadap palatabilitasnya (disukai ternak).
  • Tanaman Indigofera dapat berfungsi sebagai konservasi kawasan karena bisa sebagai tanaman penahan erosi dan bisa memperbaiki struktur tanah.
  • Tahan dengan wiilayah minim air, sehingga budidaya tanaman indigofera sangat cocok untuk jadi alternatif pakan saat musim kemarau.
  • Indigofera bisa juga dijadikan sebagai bahan pewarna alami pada kain terutama warna nila.
  • Indigofera juga dapat digunakan untuk berbagai obat dan kesehatan.

Budidaya Indigofera

Terkait dengan kaya skan manfaat tersebut, saat ini makin banyak orang yang tertarik untuk melakukan budidaya tanaman Indigofera. Apalagi mengingat tumbuhan Indigofera merupakan jenis tanaman yang bisa tumbuh di berbagai macam daerah, mulai dari ketinggian 1 hingga 1800 mdpl. Asalkan selalu terpancar sinar matahari yang cukup melimpah, tanaman indigofera bisa tumbuh subur dan berdaun lebat serta berbunga dengan lebat.

Untuk pembibitannya, bisa menggunakan polybag yang ukuran diameternya paling kecil 8 hingga 10 cm. Polybag ini kemudian diisi tanah biasa yang subur lalu dicampur dengan pupuk kandang. Apabila menggunakan bibit dari stek, dapat langsung ditanam dalam polybag.

Jika memilih biji untuk budidaya indogofera, harus dipilih biji yang sudah tua lalu direndam dalam air selama 12 jam. Jika sudah buanglah biji yang berada di permukaan air karena biji tersebut berkualitas tidak bagus. Tanamlah 4 sampai 5 butir biji di Setiap 1 polybag.

Perawatan Tananam Indigofera

Siramlah setiap hari, namun tak perlu menggunakan air terlalu banyak dan jangan sampai air menggenang karena dapat membuat biji atau batang tanaman indogofera cepat membusuk.

Hal yang tidak kalah penting sebaiknya memupuk menggunakan pupuk organik saja atau pupuk kandang, hindari memakai pupuk kimia. Melalui akarnya tanaman ini mampu mengambil nitrogen sendiri dari udara, sehingga tidak membutuhkan pupuk kimia.

Setelah tumbuh dan berusia antara 2 sampai 3 bulan, bibit tanaman Indigofera tersebut bisa dipindah ke lahan permanen. Namun sebelumnya harus dibuatkan gundukan terlebih dahulu di lahan tersebut untuk berjaga-jaga supaya akar dan batangnya tidak terkena genangan air saat hujan turun.

Budidaya Indigofera atau Tarum ini mulai bisa diambil panennya saat berusia 2 atau 3 bulan pasca di tanam di lahan permanen. Selanjutnya bisa dipanen lagi setiap 60 hari dan seterusnya hingga tanaman sudah tidak produktif lagi atau usianya mencapai sekitar 3 tahunan.

Pemanenan

Pemanenan pertama bisa dilakukan 60 hari setelah tanam dengan cara dipangkas. Pemangkasan setidaknya pada ketinggian satu meter dari tanah. Pemanenan selanjutnya dilakukan setiap 60 hari setelah pemangkasan sebelumnya.

Kesimpulan

Tanaman Indigofera sangat cocok di kembangkan untuk sumber bahan pakan ternak di masa depan. Dengan memiliki kandungan protein yang tinggi (26 - 31%) serta kandungan serat yang rendah dan tingkat kecernaan yang tinggi (77%) tumbuhan ini sangat baik dijadikan sumber pakan ternak baik itu sebagai pakan dasar maupun pakan suplemen sumber protein dan energi. Apalagi dapat dibudidayakan di wilayah dengan iklim kering untuk mengatasi terbatasnya ketersediaan hijauan terutama ketika musim kemarau.

Posting Komentar untuk "Indigofera Untuk Pakan Kelinci, Kambing, dan Sapi"