5 Daerah Yang Melarang Perayaan Tahun Baru 2021
pexels.com/pixabay

Untuk mencegah naiknya angka kasus covid_19 beberapa daerah telah mengambil kebijakan terkait perayaan malam pergantian tahun atau malam tahun baru.

Berbeda dengan tahun baru di tahun sebelum-sebelumnya, dipastikan malam tahun baru kali ini akan didapati aturan-aturan karena memang Indonesia sedang masa pandemi.

Sehingga beberapa kegiatan yang biasa diadakan setiap malam pergantian tahun seperti, pesta kembang api, panggung hiburan, dan lainnya, tidak akan diperbolehkan karena dapat menyebabkan kerumunan.

Lalu, daerah mana saja yang melarang perayaan malam tahun baru 2021?

1. Medan

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko melarang warga mengadakan perayaan tahun baru 2021 seperti pesta kembang api yang bisa menimbulkan keramaian.

"Petasan dan Pesta kembang api dilarang". Katanya seperti dikutip dari kompas, kamis (31/12/2020).

2. Bali

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali juga mengumumkan pelarangan terkait perayaan Tahun Baru 2021.

Hal tersebut tertulis dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020 tentang, Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Dikutip dari Kompas, 31 Desember 2020, SE tersebut juga melarang adanya penggunaan petasan, kembang api atau sejenisnya, serta melarang mabuk-mabukan minuman keras.

3. Palembang

Pemerintah palembang juga mengeluarkan surat edaran yang meminta agar masyarakat tidak mengadakan perayaan tahun baru 2021, Karena dapat menimbulkan kerumunan.

Imbauan tersebut tertulis dalam surat edaran (SE) Nomor 59/SE/PP/2020 tentang, ketentuan adaptasi kebiasan baru (AKB) di tempat ibadah, pariwisata dan fasilitas umum lainnya pada pelaksanaan operasi lilin 2020 dan tahun baru 2021.

"Tidak akan menggelar acara seperti, orgen tunggal, pesta kembang api, pasar malam ataupun kegiatan lainnya yang bisa menyebabkan kerumunan," Tutur Agung Putra Jaya dilansir dari kompas, 31 Desemeber 2020.

5. Surakarta

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak akan memberikan sanksi hukum kepada orang yang menyalakan kembang api pada malam tahun baru.

"kembang api tidak dibolehkan, karena bisa menyebabkan efek ledakan, termasuk petasan, semua tidak boleh. Sekecil apapun bunyinya akan kami kejar, lalu akan kami sidik," kata Ade dikutip dari kompas, Selasa (31/12/2020).

5. DKI Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria juga menegaskan tidak akan menggelar perayaan Tahun Baru 2021, di kota ataupun kabupaten yang berada wilayah administrasi Pemprov DKI Jakarta.

Pelarangan terkait malam tahun baru 2021, dikarenakan masih tingginya penyebaran pandemi covid_19 yang terlihat terus bertambahnya kasus positif menjelang tahun baru 2021.

"Menjelang tahun baru 2021, kami Pemprov Jakarta meniadakan, tidak menggelar, ataupun melaksanakan apapun terkait perayaan malam tahun baru," Tutur Ariza seperti dikutip dari kompas, kamis (31/12/2020).