Pupusnya Cita-cita Ibuku Karena Di Jodohkan Menikah Muda


Pupusnya Cita-cita Ibuku Karena Di Jodohkan Menikah Muda. Saat ibu saya kelas 6 SD, ibu saya mendapat nilai kelulusan tertinggi di antara teman-teman satu kelasnya. Sebab itu ada salah satu seorang Guru yang mendukung ibu saya, dan kebetulan memang ibu saya bercita-cita ingin menjadi seorang Guru.


Waktu itu ibu saya sekolah di SDN 2 SRIKATON Anak Tuha Lampung Tengah. Sekolahan tersebut sangat dekat dari rumah, jika di tempuh dengan berjalan kaki mungkin hanya membutuhkan waktu kurang lebih 5 menit.


Namun cita-cita ibu saya untuk menjadi seorang Guru kandas, ternyata ayah tiri ibu saya yang juga merupakan kakek saya tak merestuinya. Ibu saya malah di suruh nikah dan tak di izinkan untuk melanjutkan sekolah. Tak bisa menahan kekecewaan yang begitu dalam ibu saya pun memutuskan untuk kabur dari rumah dan pergi ke rumah sodara yang berada di pegunungan.


Setelah keluarga ibu mengetahui keberadaan ibu saya, salah satu sodara dari ibu saya menyusulnya dan menyuruh ibu saya untuk pulang dengan iming-iming sudah di belikan seragam untuk mendaftar sekolah. Mendengar kabar tersebut ibu saya pulang dengan sangat girang.


Namun setelah ibu saya sampai di rumah ternyata tidak ada seragam dan tidak ada juga rencana untuk mendaftarkan ibu saya sekolah. Ternyata itu semua hanyalah tipuan supaya ibu saya pulang kerumah dan nantinya akan di nikahkan.


Ternyata kedua orang tua ibu saya yang merupakan juga kakek/nenek saya sudah menyiapkan laki-laki untuk di nikahkan dengan ibu saya. Mau tidak mau ibu saya akhirnya menuruti keinginan kedua orang tuanya. Entah mimpi apa ibu saya sampai-sampai kedua orang tuanya tak merestui anaknya untuk melanjutkan sekolah dan malah menjodohkannya.


Ibu saya pun akhirnya menikah dengan laki-laki pilihan kedua orang tuanya, namun setelah 3 tahun pernikahannya ibu saya cerai dengan suaminya. Entah akibat karena pernikahan yang di jodohkan, tak cinta, atau memang gak ada kecocokan.


Setelah bercerai hasrat ingin melanjutkan sekolah pun sudah hilang, mungkin ibu saya malu kepada teman-temannya jika sudah pernah menikah di usia yang sangat muda. Lebih tepatnya ibu saya menikah setelah lulus SD, dan cita-citanya ingin menjadi seorang Guru pun pupus.


Dan pada akhirnya ibu saya menikah lagi dengan laki-laki asal Jawa Timur dan masih langgeng sampai saat ini meskipun hidup serba kekurangan. Dan saya adalah anak ke dua dari mereka, kini pekerjaan kedua orang tua saya hanyalah sebagi petani.


Saya mendapatkan cerita ini langsung dari ibu saya, cerita ini adalah kisah nyata yang memang benar-benar di alami oleh ibu saya di masa lalunya.