Pengalaman Pahit Pertama Kali Merantau Dalam Hidupku
Pengalaman pahit pertama kali merantau


Pengalaman Pahit Pertama Kali Merantau Dalam Hidupku. Sebut saja namaku Oki ( 25 tahun ), aku terlahir dari keluarga miskin, dan aku anak ke dua dari 6 bersaudara. Dan kedua orang tuaku hanya seorang petani. Aku akan menceritakan pengalaman pahit ketika Aku merantau.


Singkat cerita ketika Aku lulus SMA pada tahun 2013, dan aku memutuskan untuk merantau ikut paman kerja di sebuah rumah makan Musi Indah di palembang. Aku sebenarnya lumayan betah disana, tetapi mengingat gaji yang kecil dan diberikan hanya 2 kali dalam setahun membuatku ingin hengkang dari pekerjaan tersebut.


Pada akhiranya Aku pun hanya bertahan 8 bulan dan keluar dari pekerjaan tersebut dan pulang kampung. Setelah sekitar 1 minggu dirumah akupun di ajak merantau lagi namun kali diajak teman. Aku di ajak merantau ke Jakarta di sebuah restoran Ikkudo Ichi.


Sesampainya di jakarta dan menemukan restoran yang dituju Aku dan 3 temanku alhamdulillah diterima dan keesokan harinya langsung disuruh kerja. Tanpa test apapun. 


Ketika Aku dan ketiga temanku bekerja mendapat 1 minggu kerja, Aku mulai kehabisan uang makan. Kebetulan memang cuma membawa uang dari rumah yang pas-pasan dan apesnya lagi bekerja di sebuah restoran yang tidak menyediakan makan untuk karyawannya. 


Mengetahui Aku tak punya uang untuk makan, salah satu Leader di restoran tersebut meminjami Aku uang sebesar 200rb. Uang itu pun hanya mampu untuk Aku bertahan hidup 7 hari.


Kali ini bukan aku saja yang kehabisan uang, tetapi juga ketiga temanku. Akhirnya kita berempat mendapat pinjaman dari teman yang merupakan karyawan satu kerjaan yaitu senilai 200rb lagi. Namun kali ini di bagi 4 orang, alhasil hanya dapat 50rb per orang.


Dan uang 50rb itupun habis dalam waktu 2 hari. Begitu juga temanku, apalagi mereka bertiga merokok. Dan pada akhirnya kita berempat berfikir bagaimana cara mendapat uang untuk makan sedangakan tanggal gajihan masih 2 minggu lagi.


Dan tiba-tiba salah satu temanku mempunyai ide yang membuatku sedikit kecewa. Temanku menyarankan agar aku menjual HP/ponselku dan nantinya uang tersebut untuk makan kami berempat. Disitu Aku tidak langsung setuju sebenarnya, tetapi demi temanku akhirnya Aku pun menyetujuinya.


Alasan mereka menyuruh Ponselku yang dijual dengan alasan HP/ponselku lebih bagus dan pasti akan laku lumayan mahal jika dijual. Wktu itu Aku memakai HP Nokia X2 yang Qwerty. Setelah HP ku terjual Aku pun meminjamkan sebagian uang untuk ketiga temanku. Masing-masing Aku pinjami 50rb, dan Aku masih mempunyai 150rb. Waktu itu ponselku laku terjual dengan harga 300 rb.


2 minggu terlewati dan akhirnya Gajian pun tiba. Waktu itu gajiku pada tahun 2013 masih 1,6 jt/bln. Sangat kecil memang jika dibandingkan dengan gaji restoran lainnya yang sudah UMR.