Momen Lucu Salah Nembak Adik Kelas Diterima
Momen Lucu Salah Nembak Adik Kelas Diterima


Momen Lucu Salah Nembak Adik Kelas Diterima. Panggil saja namaku Oki, ketika itu Aku sedang duduk di kelas 2 MA di Madrasah Bustanul 'Ulum Jayasakti Anak Tuha Lampung Tengah.

Sa'at Aku kelas 2 MA Aku mulai merasakan jatuh cinta, bisa dibilang cinta pertama lah. Waktu itu wanita yang Aku suka merupakan adik kelas yang masih duduk di kelas 3 SMP.

Entah apa yang membuat Aku jatuh cinta padanya, yang jelas Aku sangat bahagia ketika memandangnya. Dan Aku pun mencari tau siapa namanya.

Niat ingin mendapatkannya Aku putuskan untuk bertanya-tanya kepada temannya. Kebetulan tetanggaku satu kelas dengan adik kelas yang Aku suka.

Setelah Aku tanya-tanya tentangnya kepada tetangaku yang merupakan teman satu kelasnya dan akhirnya Aku mendapatkan nomor adik kelas incaranku itu. Kata tetanggaku dia bernama Simah.

Setelah mendapatkan nomornya Aku dan Simah pun sering telfonan dan sms'an. Setelah semingguan PDKT akhirnya Aku pun menembaknya lewat sms. Betapa bahagianya Aku langsung diterima. Karena itu merupakan tembakan pertama kalinya.

Keesokan harinya Aku dan Simah janjian untuk bertemu, betapa kagetnya aku ternyata Simah bukan wanita atau adik kelas yang Aku suka. Ternyata Aku salah sasaran, Aku dan tetanggaku ada kesalah pahaman komunikasi. Dan adik kelas yang Aku suka ternyata bernama Yola, bukan simah.

Namun nasi sudah menjadi bubur, Aku sudah terlanjur menembak Simah dan dia menerimaku. Jujur memang lebih cantik Simah ketimbang Yola.

Setelah beberapa hari jadian akhirnya Aku pun jujur kepada pacarku Simah, kalau Aku salah nembak, dan aku bilang kepadanya bahwa yang Aku suka waktu itu adalah Yola, bukan dirinya.

Ternyata reaksi Simah diluar dugaanku, dia tak marah sedikitpun, mungkin rasa kecewa ada dalam hatinya tetapi dia tak memperlihatkannya kepadaku dan malah tetap menerimaku dan ingin hubunganku dan dirinya berlanjut.

Aku pun mengiyakannya, dan Aku mulai melupakan Yola dan belajar mencintai Simah. Setelah aku fikir-fikir Simah sudah mau menerima Aku apa adanya, sepertinya dia benar-benar cinta dan menyayangiku yang belum tentu bisa Aku dapatkan dari Yola.

Bonusnya pacarku Simah Lebih cantik dari si Yola, itulah yang membuatku dengan mudah melupakan Yola dan pada akhirnya Aku dan Simah Lanjut Berpacaran dengan bahagia.